Pengkhianat Terkenal

Pengkhianat Terkenal Pada Sejarah Dunia Kuno

Pengkhianat Terkenal

Pengkhianat Terkenal Pada Sejarah Dunia Kuno

Selama zaman kuno, jawara79 pembunuhan digunakan sebagai alat untuk menghilangkan saingan politik. Meskipun ribuan tahun telah berlalu, pengkhianat dan pembunuhan tetap menyisakan jejak tak terhapus dalam sejarah manusia.

Pada era kuno, dimana kekuatan politik sangat seringkali ditentukan oleh kekuatan militer dan medan perang, pembunuhan adalah hal yang umum.

Pembunuhan & Pengkhianatan Terbesar Sejarah Dunia

Berikut beberapa pengkhianatan dan pembunuhan terkenal dalam sejarah dunia kuno:

  1. Julius Caesar: Ambisi yang Menyebabkan Pembunuhan

Julius Caesar, seorang negarawan Romawi dan jenderal militer, lahir pada tahun 100 SM. Dia dikhianati dan dibunuh pada tanggal 15 Maret 44 SM.

Julius Caesar semakin populer di antara rakyat Romawi, dan ambisinya yang tak terbatas semakin mencuat. Kekuasaan dan popularitasnya yang terus tumbuh menjadi ancaman bagi sebagian besar kelas senator Romawi, yang melihatnya sebagai potensi ancaman terhadap stabilitas Romawi.

Sebagai hasilnya, sekelompok senator, dipimpin oleh Marcus Junius Brutus dan Gaius Cassius Longinus, bersekongkol untuk membunuh Caesar dalam upaya untuk mengembalikan Republik Romawi ke masa kejayaannya.

Pada tanggal 15 Maret, Caesar dijadwalkan menghadiri rapat Senat di Teater Pompey. Saat dia masuk, dia dikelilingi oleh para konspirator yang berpura-pura ingin mengajukan petisi kepadanya. Mereka tiba-tiba menyerangnya dengan belati, dan Caesar ditikam lebih dari 23 kali, yang akhirnya merenggut nyawanya. Kematian Caesar memicu periode kekacauan politik dan perang saudara di Romawi.

  1. Darius III: Dikhianati oleh Jendralnya

Darius III adalah raja terakhir Kekaisaran Achaemenid Persia yang memerintah dari tahun 358 SM hingga 338 SM. Pemerintahannya ditandai oleh konflik militer dengan negara-negara tetangga, terutama Aleksander Agung.

Pada tahun 330 SM, Darius III menghadapi Aleksander Agung dalam Pertempuran Gaugamela. Meskipun memiliki pasukan yang lebih besar, Darius III akhirnya melarikan diri dari medan perang.

Salah satu jenderalnya, Bessus, yang bermaksud untuk merebut kekuasaan sendiri, menangkap Darius III. Darius menolak menyerahkan kendali pasukannya kepada Bessus, dan ini memicu perpecahan.

Bessus dan sesama konspirator, Nabarzanes, kemudian mencoba mengikat Darius III dan melemparkannya ke belakang kereta sapi. Namun, Darius III menolak, dan ketika mereka khawatir bahwa pasukan Persia akan terbagi, mereka memutuskan untuk membunuhnya. Bessus menikam Darius III dan meninggalkannya untuk mati di medan perang.

  1. Philip II dari Makedonia: Dibunuh di Pernikahan Putrinya

Philip II dari Makedonia, ayah dari Aleksander Agung, dikenal sebagai pemimpin yang berkuasa selama akhir Republik Makedonia. Namun, pada bulan Oktober 336 SM, pernikahan putrinya berubah menjadi peristiwa pembunuhan yang tragis.

Saat Philip II menghadiri pernikahan putrinya di ibu kota kerajaannya, Aegae, dia memutuskan untuk tidak menggunakan perlindungan saat memasuki teater kota, agar lebih terlihat oleh tamu-tamu.

Pada saat itulah salah satu pengawalnya, Pausanias dari Orestis, menyerangnya secara tiba-tiba. Pausanias membunuh Philip II dengan menusuk tulang rusuknya.

Pembunuhan ini terjadi tanpa alasan yang jelas, dan motifnya tetap menjadi misteri. Namun, pembunuhan Philip II mengakhiri masa pemerintahannya dan membuka jalan bagi kebangkitan Aleksander Agung.

2 Pengkhianat Terpopuler Era Sejarah Dunia Kuno

  • Artaxerxes III: Dibunuh oleh Kaumnya

Artaxerxes III memerintah sebagai raja Kekaisaran Achaemenid Persia dari tahun 358 SM hingga 338 SM. Dia adalah seorang pemimpin militer yang sukses, tetapi pemerintahannya penuh dengan intrik politik.

Salah satu penasihat terdekatnya adalah seorang kasim bernama Bagoas, yang akhirnya mendapatkan kekuatan dan pengaruh besar di istana Persia. Bagoas memanfaatkan posisinya untuk mencapai kekuasaan dan menggulingkan Artaxerxes III.

Bagoas meracuni makanan raja, tetapi ketika itu tidak berhasil, dia mengikat Darius III dan melemparkannya ke belakang kereta sapi. Setelah Darius menolak menyerahkan kendali pasukannya kepada Bagoes, Bagoes memutuskan untuk membunuhnya dengan menikamnya.

Pembunuhan ini adalah salah satu contoh intrik politik yang terkenal dalam sejarah dunia kuno.

  • Pompeius yang Agung: Dikhianati oleh Mesir

Pompeius yang Agung adalah seorang jenderal dan negarawan Romawi terkemuka selama akhir Republik Romawi. Setelah perpecahan dengan Julius Caesar, Pompeius mengalami kekalahan dalam Pertempuran Pharsalus pada tahun 48 SM.

Dia melarikan diri ke Mesir, berharap untuk mendapatkan perlindungan dari Ptolemaios, penguasa Mesir. Namun, Ptolemaios dan para penasehatnya melihat kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dengan membunuh Pompeius dan menawarkan kepalanya kepada Caesar sebagai hadiah.

Pompeius dibunuh pada tahun 48 SM ketika ia turun dari kapalnya di Mesir. Kepalanya kemudian dipersembahkan kepada Caesar. Pembunuhan ini menandai akhir era politik Republik Romawi dan dominasi Caesar atas negara tersebut.

  • Commodus: Kaisar yang Gila

Commodus adalah kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 180 hingga 192 Masehi. Pemerintahannya dikenal karena kekejaman, pemborosan, dan megalomania.

Commodus memandang dirinya sebagai dewa dan sering mengadakan pertarungan gladiator di mana dia selalu memenangkan setiap pertandingan.

Ketidakstabilan mentalnya dan perilaku yang semakin aneh memicu ketegangan dengan senat Romawi. Konspirator, termasuk salah satu selirnya, meracuni makanan Commodus dan mencoba mencekiknya di bak mandi, yang mengakhiri pemerintahannya dengan kematian.

Pembunuhan Commodus menandai akhir pemerintahan kaisar yang kontroversial itu dan peralihan kekuasaan yang lebih stabil di Romawi.

Pengkhianatan dan pembunuhan telah menjadi bagian dari sejarah dunia kuno, seringkali memainkan peran penting dalam nasib para pemimpin dan perjalanan negara-negara tersebut.